Cerita Perang Urat Syaraf Dalam Film The Negotiation

Cerita Perang Urat Syaraf Dalam Film The Negotiation

Cerita Perang Urat Syaraf Dalam Film The Negotiation. Buat beberapa fans Hyun Bin, aktor ahjussi perasaan oppa ini akan kembali menghiasi layar-lebar lewat film terbarunya, The Negotiation. Dalam film ini, Hyun Bin akan melakukan tindakan jadi beberapa ciri penting dengan Son Ye-jin. Di negara aslinya, film ini telah rilis sejak September tempo hari. Sekejap di bioskop Tanah Air, The Negotiation akan ada mulai tanggal 24 Oktober. Tapi film ini sempat jadi film pembuka untuk acara Korea Indonesia Film Festival 2018.

Filmnya konsentrasi pada profil Min Tae-gu (Hyun Bin), seorang pedagang senjata untuk organisasi kejahatan internasional dan Ha Chae-yoon (Son Ye-jin), seorang negosiator dari tim negosiasi krisis Badan Kepolisian Metropolitan Seoul. Sehari Min Tae-gu menculik dan menyandera dua warga Korea di Bangkok. Chae-yoon diutus jadi negosiator dan Chae-yoon hanya memiliki waktu 12 jam untuk selamatkan beberapa sandera itu dari Tae-gu. Mampukah Chae-yoon melakukannya?

Film ini dibuka dengan kejadian penyanderaan di Seoul. Ha Chae-yoon ada ke tempat kejadian dalam hari liburnya. Chae-yoon coba masuk ke di dalam rumah dan bernegosiasi dengan dua penyandera agar mereka ingin melepas salah satu sanderaannya. Sayangnya, hal tersebut gagal karena tim polisi SWAT menembak langsung salah satu penjahat, yang selanjutnya berekor dengan dua sandera yang mati dibunuh oleh beberapa penjahat.

Setelah kejadian itu, 10 hari selanjutnya Ha Chae-yoon Harus berjumpa dengan Min Tae-gu, seorang penjahat kelas kakap yang menyandera dua warga Korea, yang salah satunya ialah bos Chae-yoon sendiri. Beberapa adegan dalam The Negotiation bisa dimaksud cukup membuat cemas dan tegang, dengan hadirnya beberapa twist plot membuat film ini jadi cukup menyenangkan dan menarik. Soalnya membuat film ini jadi seperti memiliki rollercoaster-nya tersendiri dan tidak datar-datar saja.

sukses ambil perhatian karena dimainkan oleh aktor-aktris kawakan yang kualitas aktingnya tidak perlu diragukan . Menariknya, dalam film ini keduanya mainkan beberapa ciri yang jauh berbeda dari tokoh drama yang biasa mereka mainkan. Hyun Bin yang biasanya meranin profil cowok tampan yang baik hati, di film ini untuk pertama kalinya dia meranin beberapa ciri antagonis, seorang kriminal berdarah dingin yang tidak malas membunuh orang.

Walaupun pertama kali, tapi aktingnya tidak kaku dan terlihat alami. Hyun Bin sukses mengerti beberapa ciri jadi profil Min Tae-gu yang jahat dan kejam. Tatapannya, mimik muka, gestur tubuh, semua sukses dimainkan dengan bagus oleh aktor berusia 36 tahun ini.

Sekejap musuh mainnya, Son Ye-jin, aktingnya pun tidak kalah memukaunya dibanding Hyun Bin. Jadi seorang negosiator terbaik di Korea, Ye-jin bisa mainkan ciri-khasnya ini dengan keseluruhnya dan profesional. Hyun Bin bahkan memuji pada totalitas Ye-jin karena tulus memotong pendek rambutnya untuk film ini. Walaupun sebetulnya hal tersebut tidak diminta oleh sang sutradara, tapi Ye-jin melakukannya untuk meresapi peranannya.

Walaupun chemistry Hyun Bin dan Ye-jin kurang ditonjolkan dalam film ini karena keduanya makin banyak berakting lewat monitor, tetapi harus diakui bila mereka bisa bekersama secara baik dengan kerjakan kontak mata dengan ekspresif. Bukan sekedar Hyun Bin dan Son Ye-jin, film ini dimainkan Kim Sang-ho, Jang Young-nam, Jang Gwang, dan Lee Moon-sik. Walaupun mereka hanya melakukan tindakan jadi beberapa ciri partisipan, tetapi kualitas akting yang mereka perlihatkan patut bisa pujian.

Untuk bagian visualnya, Film ini keliatannya sengaja mengambil filter yang cukup gelap untuk cocokkan jalan cerita dari filmnya yang sejenis kriminal dan misteri. Walaupun kelihatan gelap, tapi sinemanya terlihat bersih dan jernih, memberikan pengalaman sinematik yang menarik untuk beberapa pirsawan. Sekejap untuk scoringnya bisa dijelaskan bila susunan musik dalam film ini demikian mendasar. Tidak ada yang istimewa, seperti film-film kriminal umumnya, terutamanya waktu adegan klimaksnya. Walaupun begitu efek musik yang dihadirkan telah cukup memberikan suport beberapa adegan dalam The Negotiation.

Film ini ditangani oleh Lee Jong-seok jadi sutradara dengan skenario yang dicatat oleh Choi Sung-hyun. Keduanya bisa dijelaskan sukses dalam membuat satu plot yang mencekam tetapi menyenangkan. Film ini memberikan hiburan tersendiri buat penontonnya, dengan kemelut yang intens selama dua jam. Skenarionya terlihat dipikirkan dengan masak oleh Sung-hyun, yang awalannya sukses kerjakan skenario film The Fatal Encounter (2014). Film yang sukses masuk beberapa ajang penghargaan internasional.

hanya bisa disaksikan oleh barisan usia 17 tahun ke atas. Jadi buat lo umurnya belum sampai 17, mending urungkan tekad lo buat saksikan film ini dan cari film yang lain yang ratingnya sesuai dengan umur lo. Nah, buat yang usianya telah 17+ dan berencana untuk saksikan, jangan sampai lupa ya bila lo telah saksikan balik lagi ke artikel ini dan kasih pendapat lo permasalahan film ini di kolom penjelasan.

Scoring jadi elemen paling menjanjikan dari film ini. Bisa dijelaskan film ini jadi memiliki roh sebab scoring yang ciamik. Musik latar yang digunakan waktu proses negosiasi, adegan pengepungan, serta adegan yang sulit, bisa jadi penambah daya gedor adegannya itu.

Teknik pengambilan gambar di sini cukup menarik. Bisa tunjukkan kemelut di beberapa adegan sebab permainan kamera aerial serta jarak dekat. spesial efek yang digunakan untuk film ini cukup menjanjikan. Efek ledakan dan tembakan bisa ditampilkan real. Dan tentu saja, film ini jadi ajang pamer senjata militer Korea waktu adegan pengepungan berjalan.

Cerita Perang Urat Syaraf Dalam Film The Negotiation

Cerita hanya berputar-putar saja, dan hal yang spesial atau ketentuan yang unik dari seorang negosiator handal seterusnya tidak pernah tampil di film ini. Tentu kita menunggu seperti apa hal spesial yang akan ditangani si negosiator ini yang mungkin membuat efek mind blowing sebab pemikirannya yang out of the box, tapi sebenarnya tidak. beberapa ciri penjahat yang dimainkan Hyunbin sebenarnya memiliki kemampuan jadi best villain sebab waktu dahulu yang mendorongnya kerjakan kejahatan itu.

Namun, proses negosiasi awal lewat alat streaming pada Min Tae-gu dan Han Chae-yoon yang terlihat menarik didepannya, di pertengahan justru seperti kehilangan bensin. Profil penjahat mengerikan Min Tae-gu seterusnya tidak menyiapkan satu pengalaman lihat penjahat tidak sadar diri yang main-main dengan psikologis si protagonis seperti Joker, justru Min Tae-gu hanya terlihat seperti satu pembawa acara permainan kematian.

Dan seperti film Movie Korea umumnya, The Negotiation tunjukkan ringkasan film di akhir. Bukan sekedar film jadi antiklimaks, penempatan ringkasan keseluruhnya cerita melalui flashback membuat jalan cerita film jadi secepatnya hanya karena kepentingan untuk akhiri ceritanya. Demikian disayangkan, mengingat film seperti ini harusnya bisa dikasih penyelesaian akhir yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *